Sepenggal Cerita di Pidie dan Pidie Jaya

Entah kenapa tiba – tiba teringat sama blog yang sudah tidak pernah dibuka setelah bertahun – tahun lamanya. Coba – coba login ternyata masih ingat dengan password dan usernamenya πŸ˜€ maklumlah.. faktor U (umur)Β  sangat menentukan. Karena sudah bisa dibuka akhirnya rasa kangen menulis kembali hadir…. menulis seadanya.

Sudah beberapa hari saya tiba di Sigli dengan teman – teman saya. Kami datang kemari karena ada kegiatan psikososial untuk anak – anak korban gempa di Pidie Jaya. Setelah selesai kegiatan kantor, saya dan teman – teman menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat yang ada di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Berikut ini beberapa tempat yang kami kunjungi:

  1. Mesjid Beuracan, Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya

 

img-20170124-wa0016

Di Depan Masjid Beuracan

 

IMG_20170124_140745.jpg

Sejarah Mesjid Beuracan

Info tentang masjid Beuracan ini bisa teman-teman baca di link berikut : Masjid Beuracan

2. Socolatte, Jl. Banda Aceh – Medan KM 138, Baroh Musa, Bandar Baru, Mns Baroh Musa, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh 24186

Nah… ini dia tempat buat penggemar coklat.. yang buat special ituΒ  coklat di sini itu coklat asli dari daerah ini. Coklat yang dijualpun ada beberapa jenis, seperti coklat batang, minuman coklat, bubuk coklat. Selain itu ada juga makanan yang dijual seperti bronis coklat, timphan coklat. Rasanya.. MANTAP !!!

IMG-20170125-WA0003.jpg

coklatnya mantap πŸ˜€

IMG-20170126-WA0005.jpg

3. Kopi di Warung Helsinki, Sigli.

Coba – coba minum kopi di warung ini. Kopinya enak tapiii.. efek dari minum kopi ini buat saiia tidur jam 4 pagi. ga ngantuk- ngantuk. Keras sekali kopinya ckckckck… padahal cuma pesan kopi pancong. gimana kalau kopinya full segelas ya… pasti ga tidur haha.

img_20170124_210802

5. Warung Mie Cek Mahdi, depan kantor Mahkamah Syariah, Sigli

Rekomendasi dari Fauzan dan ternyata mienya betul betul enak… rasanya besok mau balek lagi buat makan mie πŸ˜€

IMG_20170126_205718.jpg

tuh mienya banyak sekali kan… oya.. udangnya dikasih sama Pak Mustafa dari desa Rawasari.. ALhamdulillah πŸ™‚

Abis makan mie, langsung menuju warung kopi horas. karena malam kemarin sudah minum kopi dan tidak bisa tidur, akhirnya saya memilih untuk minum teh hijau saja… Tapi walaupun ga minum kopi tetap saja bergadang buat nulis cerita ini ckckck….gpp kan sekali sekali πŸ˜€

b612_20170126_223929

gambarnya bluuur.. jadi syediiiiih

demikanlah sepenggal cerita saiia dari Pidie dan Pidie Jaya.. sampai ketemu kembali dicerita berikutnya … :p

 

 

 

 

Sore hari di pantai barat

Sebenarnya sudah seminggu yang lalu ingin memulai menulis di blogku tercinta setelah sekian tahun lamanya…**ciyeee. Apa daya baru sekarang bisa.. ^_^.

Jam sudah menunjukkan angka 4.45 PM aku bergegas menyiapkan pekerjaan kantor yang belum selesai karena jam 5 PM, aku ada janji dengan temanku untuk pergi menyegarkan pikiran yang seharian berkutat di depan komputer. Perkenalkan, nama teman saya Nurul Rusmi, sebenarnya dia bukan hanya sekedar teman bagiku tetapi sahabat. Aku sudah mengenalnya ketika aku bersekolah di sebuah sekolah paling favorit di pantai barat ini, MTsN Model Meulaboh. Aku sangat bangga pernah menjadi pelajar di sekolah ini. Ketika kami bersekolah di MAN Meulaboh, kami menemukan sahabat lagi yang sampai sekarang masih saling keep in touch walaupun kami hampir sangat jarang untuk bertemu dikarenakan kami sudah mempunyai aktifitas masing – masing.

Oke, cukup untuk nostalgianya… sekarang kita lanjutttt ceritanya..

Akhirnya jam yang ditunggu itu telah datang, dan segera aku menjemput Nurul di rumahnya. Setelah itu kami segera meluncur ke sebuah cafe (kalau warung ga cocok namanya ckckc), tepat di dekat jembatan menuju desa Suak Ribe untuk menikmati minuman favorit ditempat ini yaitu * KOPI TEUBALEK* yang artinya kopi terbalik.. Hihihih lucu ya namanya. Kopi ini disajikan telengkup di atas piring, dan kita meminumnya menggunakan sedotan. Rasanya MAKYUUUUSSSS… ^_^. Di sana disediakan 2 jenis kopi yaitu original dan kopi susu. Berhubung saya tidak berani minum kopi original karena pasti tidak bisa tidur malamnya akhirnya saya memilih kopi susu dan makanan berupa tahu goreng (pake kuah kacang sich).. Di bawah ini poto2nya.. cekidot… ***gayanyaaaaa

ini kopinyaaaa.. kopi teubalek

Nurul selalu aja pesan jus alpukat

Nurul selalu aja pesan jus alpukat

 

 

Daily Story :)

Secara tidak sengaja, aku membuka website yang berisikan cara membuat kerajinan tangan, ada yang berbentuk stroberi dan bunga mawar. Subhanallah, hasil dari kerajinan tangan itu sangat bagus. Akupun tertarik untuk mencoba membuatnya. Ketika jam istirahat tiba, segera aku meluncur ke toko yang menjual bahan – bahan untuk menbuat kerajinan tangan dan membeli bahan – bahan seperti Kain flanel, benang dan jarum.

Ketika sampai di rumah aku langsung membuat kerajinan tangan tersebut. Aku memcoba membuat bentuk buah stoberi dan hasilnya berhasil.. walaupun tidak sebagus contohnya. Tapi aku akan terus berusaha untuk membuatnya. πŸ™‚

Di bawah ini ada satu foto kerajinan berbentuk buah stroberi yang aku buat.

Walaupun tak mirip tapi bolehlah untuk pemula :p

Untuk menghindari kejenuhan di kantor, bergaya dulu boleh juga… hehehe… Sebagai seorang fotografer ***CIYEEE*** aku mulai memotret teman – teman di kantor satu persatu dengan berbagai gaya…

CHECK IT OUT!!!! πŸ™‚

PUTI ANDAM SARI

NURURRAHMI

CUT VINA TRI HASTINA

RAHELLYA

And…….. ME!!!

YULI ASTUTI

OMG, sudah jam 16.00 WIB. Satu jam lagi waktunya pulang, tetapi tidak berlaku bagiku dan 2 orang temanku. Kami harus lembur hari ini sampai jam 18.00 WIB.

Bye.. Bye.. :):)

Jadwal Kerja Baru

Finally, setiap sabtu aku bisa pulang kantor jam 11.00 WIB, jadi aku bisa langsung ke kampus. I am so happy because I can follow all class in this semester. Karena dapat izin hari sabtu pulang cepat jadi aku harus menambah jam kerja aku pada hari biasanya. Setiap hari selasa aku harus pulang jam 18.00 WIB tetapi tidak ada masalah yang penting aku bisa ke kampus dan bisa mengikuti semua kelas yang ada di semester ini. Mungkin setahun lagi baru selesai kuliahku. Rasanya ingin cepat – cepat menyelesaikannya.

πŸ™‚

OMG.. Jadwal Padat!!!!

Hari Sabtu adalah hari yang membuatku capek dan tak dapat untuk beristirahat. Sabtu aku masuk kerja dan selesai kerja jam 12, setelah itu lanjut ke kampus untuk mengikuti mata kuliah sampai jam 13.00 WIB, Istirahat 10 menit langsung masuk mata kuliah yang baru, and begitu seterusnya sampai jam 6 sore. Apa hendak di kata… Aku sudah memilih untuk bekerja dan kuliah, ini adalah resiko yang harus aku hadapi. Walaupun capek tetapi harus tetap semangat… Tetap bekerja tetapi masih bisa kuliah.

Kalau hari minggu masih ada jam istirahat, karena ada mata kuliah yang sudah aku ambil pada semester lalu, jadi beban SKS pada semester ini tidak begitu banyak. Tidak terasa aku sudah memasuki tahun ketiga di kampus ini. Ingin rasanya bisa cepat menyelesaikan kuliah.

Ya ampun.. besok jadwalnya narik arisan.. hahaha… ini yang ditunggu-tunggu. MAKAN-MAKAN… Ayo yang ikut arisan, makan enak besok.. :p

Bye…

Calang Part II

Tanggal merah di setiap bulannya memang dinantikan oleh semua orang karena bisa beristirahat dari pekerjaan, kuliah ataupun sekolah. Momen ini banyak digunakan oleh semua orang termasuk saya untuk berlibur. Saya dan teman – teman saya memutuskan untuk berpergian ke Calang.

Tibalah saat yang dinantikan itu. Kami berangkat dari Meulaboh sekitar jam 10.00 WIB menggunakan sepeda motor. Setibanya di Suak Timah, kami harus berhenti untuk menunggu rakit penyebrangan yang menghubungkan desa Suak Timah dan Desa Kuala Bubon. Setelah 5 menit menunggu akhirnya rakit sampai keseberang dan kami mulai naik ke rakit tersebut. Masyarakat di sekitar desa tersebut ataupun yang berasal dari desa yang lain lebih memilih untuk menggunakan rakit penyebrangan karena lebih dekat dari pada harus menggunakan jalan baru. Sebelumnya di desa Suak Timah terdapat jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan desa Kuala Bubon, tetapi jembatan tersebut telah hancur ketika Tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Untuk menggunakan jasa penyebrangan rakit, pengguna dikenakan biaya sebesar Rp. 3000 khusus pagi sampai sore dan tarif berubah sebesar Rp. 5000 pada malam hari dikarenakan tidak banyak yang menggunakan rakit penyebrangan pada malam hari.

Kira – kira 5 menit kami sampai di desa Kuala Bubon dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Calang.

Akhirnya kami sampai di Calang sebelum jam 12.00 WIB dan kami memutuskan untuk makan siang sebentar sebelum waktu sholat Jum’at tiba. Setelah selesai makan kami memutuskan untuk beristirahat di rumah teman kami di desa Lhok Kbubu. Setelah beristirahat sebentar, Muhib, bang Jal dan Ipul segera menuju Mesjid untuk melaksanakan sholat Jum’at.Β  Aku, Vina dan Rahel melanjutkan istirahat sedangkan Nana *yang punya rumah* masih sibuk memasak agar – agar. For Nana Sorry na ga sempat bantuin, ngantuk berat melanda setelah melakukan perjalanan panjang dari Meulaboh,, hehe..
Kami langsung menuju ke Pantai Lhok Kubu sekitar jam 14.30 WIB. Cuaca terik tidak menghalangi kami untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju pantai. Jalan yang dilalui untuk menuju pantai sangat susah juga karena harus menaiki bukit.


Finally, we arrived in the beach. Subhanallah, that is beautiful beach. Rasa penat dan lelah hilang dengan menyaksikan pemandangan yang sangat indah. Walaupun cuaca terik tak menghalangi kami untuk segera bermain dengan ombak di pantai. Laut yang biru, pasir putih… so beautiful.


Satu jamΒ  kemudian Nana datang sambil membawa makanan dan minuman. Sebelum sampai ke pantai, Nana tidak mengetahui lokasi pantai yang kami datangi. Akhirnya Nana dijemput oleh Ipul dan datang bersama makanan dan minuman.

Selesai makan kami melanjutkan kembali mandi laut dan berfoto.

Tak terasa sudah jam 16.00 WIB. waktunya kami bersiap-siap pulang. Setelah beres akhirnya kami berangkat menuju ke Meulaboh pada pukul 17.00. Hujan deras di perjalanan tetap membuat kami melanjutkan perjalanan. Biar lambat asal selamat. Akhirnya kami tiba di Meulaboh pada jam 20.00 WIB.

Perjalanan yang menyenangkan. πŸ™‚

Travelling to Sabang

Long weekend 2 minggu lalu sangat menyenangkan, karena saya dan teman – teman berlibur ke sabang. Ini perjalanan ke sekian kalinya ke sabang, tapi kali ini I like it so much. Biarpun ada sedikit masalah, tapi ya… enjoy ajaaaa!!! Beberapa hari sebelumnya saya sempat ragu untuk pergi atau tidak karena mendapat informasi kalau ombak sedang besar dan beberapa teman juga memberi saran sebaiknya menunda perjalanan ke sabang karena angin kencang dan ombak juga lumayan besar. Tapi akhirnya setelah melihat situasi dan kondisi saya memutuskan untuk ke sabang dan Alhamdulillah kami semua sampai dengan selamat. Ketika masih di kapal saya sempat melihat dua lumba – lumba melompat, saya dan teman saya sampai teriak – teriak * waaaa… ada lumba – lumbaaa… *… hihihi.. Jarang – Jarang bisa lihat lumba – lumba secara langsung. Sesampai di Sabang kami menginap di salah satu tempat penginapan yang terletak di Sumur Tiga, tidak terlalu jauh dari kota. Setelah istirahat sebentar kami langsung ke pantai untuk berenang, pantainya bagus sekali, pasir putih dan ombak tidak besar sehingga memudahkan saya untuk berenang soalnya saya belum mahir berenang, baru pemula. Malam pun tiba dan kami segera ke kota untuk mencari sepiring nasi dan setelah itu dilanjutkan dengan shopping baju sabang kemudian kembali ke penginapan dan istirahat. Hari minggu pagi saya dan beberapa teman saya ke pantai lagi.. jalan di sepanjang pantai… I like it ^_^ Setelah itu langsung siap – siap cari sarapan dan langsung ke NOL KILOMETER dan dilanjutkan ke Iboih. Kami menyewa peralatan untuk snorkling, per itemnya Rp. 15.000, lalu ke pulau rubiah dengan boat sewaan, tapi sebelumnya kami melihat terumbu karang dan setelah itu baru memulai snorkling. Wuiihh…. Ikannya bagus – bagus sekali dan ini pertama sekali saya melihatnya. Karena waktu snorkling pertama sekali saya tidak berani untuk berenang terlalu jauh walaupun saya memakai pelampung. Selesai snorkling kami semua kembali dari pulau rubiah dengan menggunaan boat sewa tapi sebelumnya kami melihat lagi terumbu karang dari sisi yang lain. Sampai di penginapan istirahat sebentar dan keluar lagi untuk makan malam dan ada beberapa teman yang masih ingin membeli baju sabang dan souvenir lainnya. Hari senin kami langsung kembali ke Banda Aceh dan melanjutkan perjalanan ke Meulaboh.

di Kapal

di Kapal

:)

πŸ™‚

^_^

^_^

0 KM

0 KM